Hal ini diungkapkan Kepala Instalasi Hubungan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (Humas PKRS) RSUD AWS dr Arysia Andhina saat dikonfirmasi melalui ponselnya Kamis (30/11/2023) hari ini. "Iya baru hari ini sadar dan sudah dipindahkan ke ruang perawatan," ucap Arysia.
Pertama kali masuk rumah sakit Batosai diketahui banyak mengalami luka tusuk dan langsung dilakukan penanganan operasi. "Setelah operasi dia langsung masuk ruang ICU dan koma, hari ini baru sadar kondisinya sudah stabil," papar Arysia lagi.
Biasanya kasus luka tusukan sajam tersebut menurut Arysia rata-rata yang mengalaminya tidak selamat. "Tetapi kalau ini kemungkinan tidak mengenai organ-organ vitalnya dan tusukan sajam tidak dalam. Tetapi kalau lambat dibawa ya bisa berakibat fatal juga," ungkapnya.
Batosai diketahui dibawa dengan cepat oleh relawan serta warga sekitar ke rumah sakit sehingga bisa segera mendapatkan pertolongan awal. "Tim yang membawa dia ke rumah sakit bagus, jadi bisa segera ditolong," tegasnya.
Diketahui Batosai mengalami penikaman di Gang Gotong Royong, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Sabtu (25/11/2023) pukul 04.30 WITA pagi, tepatnya di belakang Pasar Kedondong.
Dari rekaman vidoe CCTV yang beredar di aplikasi WhatsApp berdurasi 33 detik terlihat Batosai berlari dan dikejar dua pelaku yang merupakan kakak-beradik yakni Sapri alias Konde berusia 27 tahun dan Saisal alias Saso berusia 23 tahun sambil menenteng sajam.
Tepat di depan warung kopi (warkop) korban terjatuh kedua pelaku pun langsung menganiaya Batosai berkali-kali, dan kejadian itu sontak membuat pemilik warkop berteriak ketakutan, tak lama korban berhasil kabur ke dalam pasar dan salah satu pelaku sempat mengejar, kemudian disusul pelaku lainnya.
Editor: Aspian Nur