Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebutkan langkah yang dilakukan ini untuk mengantisipasi bahaya buruk yang akan terjadi pada satuan pendidikan di Kota Samarinda dan dirinya tak ingin ada sekolah yang merasakan dampak buruk akibat pihak eksternal.
Komunikasi dengan pemilik tanah supaya menghibahkan sedikit tanahnya untuk kepentingan bersama yaitu relokasi SD Negeri 014 Samarinda Utara dilakukan Andi Harun. “Alhamdullilah pemilik lahan mau memberikan sedikit tanahnya untuk dijadikan sebagai tempat sekolah, karena lokasi sekolah yang sebelumnya dikhawatirkan akan membahayakan murid dan guru,” ucap Andi Harun kepada Korankaltim.com Kamis (29/11/2023) sore tadi saat meninjau sekolah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Kota Samarinda Asli Nuryadin secara terpisah mengakui kalau SDN 014 rawan dengan aktivitas pertambangan sehingga instansinya bersama Pemkot Samarinda melakukan antisipasi awal.
Asli mengaku bersyukur dengan ada bantuan dari seorang masyarakat yang ingin menghibahkan tanahnya kepada Pemkot Samarinda untuk pembangunan sekolah. pasalnya, bantuan pembangunan tersebut bukan hanya berupa menghibahkan tanah, tetapi juga berupaya membangun sekolah dari ‘Nol’ hingga selesai.
“Saya belum pernah ketemu orang seperti itu yang rela menghibahkan tanahnya kemudian membantu membangun sekolah dari awal hingga selesai, kita berharap ini bisa menjadi pahala jariyah,” ucap Asli lagi.
Disdikbud Samarinda juga akan menjadikan SD Negeri 014 Samarinda Utara menjadi sekolah model yang dinilai dapat merubah prilaku anak menjadi lebih baik dan memiliki sarana dan prasarana yang layak. “Ini kan sekolah yang berada di pinggir kota, ini juga bisa menjadi kebanggaan karena ada sekolah model yang berada di pinggiran kota,” sebutnya.
Sementara si pemberi hibah yaitu Hasto mengatakan bantuan yang ia berikan kepada Pemkot Samarinda berupa tanah dan bangunan sekolah dengan tujuan setiap anak yang sedang menjalani pendidikan dapat merasakan aman dan nyaman.
“Sekitar Rp11 Miliar kami berikan untuk bantuan ini, karena lokasi sekolah yang sekarang ini dekat sekali dengan aktivitas pertambangan. Kami berikan bantuan untuk merelokasi tempatnya,” ujar Hasto.
Editor: Aspian Nur