Menurut keterangan Umar Nawawi (28), sekitar pukul 06.30 WITA ia bangun tidur dan mencium aroma tidak sedap, sehingga dirinya membuka jendela bermaksud mencari asal bau tersebut. Ternyata, saat ia membuka jendela dan melihat ke arah bawah, benar saja ada jasad mausia tepat di bawah kolong rumahnya dengan posisi tertelungkup.
"Awalnya saya cium bau menyengat, terus saat buka jendela, di bawah itu ada mayat, dan langsung melaporkan ke pak RT," katanya.
Setelah mendapat laporan dari warganya tersebut, Ketua RT, Ahmad Yani (57) pun langsung melakukan pengecekan dan ternyata ia mengenal jasad yang ditemukan yakni bernama Ismail (53).
"Saya tahu sama almarhum, karena sering memberikan bantun BLT dan sudah dua hari tidak ada, karena saya mau memberikan bantuan lagi," ujarnya.
Hal ini tak membuat curiga Ahmad, lantaran ia mengira almarhum tersebut dibawa oleh keluarganya. "Karena dia tinggal disini sendirian dan dalam kondisi stroke," sebutnya.
Kemudian Ahmad pun langsung memberitahu keluarga almarhum dan melaporkan temuan tersebut ke Polsek Samarinda Seberang. "Saya langsung beritahu keluarganya dan melaporkan ke polisi," singkatnya.
Tak berselang lama pihak kepolisian dan keluarga almarhum tiba di lokasi kejadian, untuk dilakukan pemeriksaan awal dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang AKP Bitab Riyani mengatakan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan pihak keluarga, bahwa almarhum tersebut tingggal sendirian dan dalam kondisi stroke.
"Dan kami tidak temukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum, tetapi ada bekas gigitan binatang di bagian pinggang almarhum," bebernya.
Diduga korban meninggal karena sakit, dan terjatuh ke bawah kolong rumah. "Dugaanya sudah tiga hari meninggal, karena sudah mengeluarkan aroma tidak sedap. Tetapi, untuk pastinya menunggu hasil visum rumah sakit," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan jenazah almarhum telah dievakuasi dengan menggunakan ambulans PMI dan relawan Inafis Polresta Samarinda, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis, Samarinda.
Editor: Maruly Zainuddin