Namun belum diketahui apa motif pertikaian yang menyebabkan korban mengalami luka beberapa tusuk senjata tajam (sajam) tersebut. Saat ini, korban menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS), Selasa (28/11/2023) hari ini.
Dari rekaman video CCTV yang beredar di grup WhatshApp berdurasi 33 detik tersebut, terlihat korban berlari dikejar kedua pelaku sambil menenteng sajam dan tepat di depan warung kopi (warkop), korban terjatuh. Para pelaku langsung menganiaya korban berkali-kali dan kejadian itu membuat pemilik warkop berteriak ketakutan. Tak lama, korban berhasil kabur ke dalam pasar dan salah satu pelaku sempat mengejar.
Sebelum kejadian di belakang Pasar Kedondong tersebut, awalnya Batosai mendatangi kediaman pelaku yakni Konde dengan berteriak dari luar mengatakan 'Konde sini kamu keluar'. Mendengar teriakan Batosai, pelaku yakni Konde menjawab dari dalam rumahnya 'tunggu saya pakai baju dulu'.
Kemudian, tak lama Konde keluar, tetapi langsung mengurungkan niatnya dan menutup pintu rumahnya lantaran melihat Batosai membawa sajam. Saat itu, korban berusaha mendorong pintu, tetapi langsung dikunci pelaku.
Akhirnya, setelah melihat korban membawa sajam, pelaku pun langsung mengambil sajam dari bawah tempat tidur, kemudian menyelipkan di pingganggnya. Ia pun keluar menghampiri korban sambil berkata 'kenapa kamu teriak-teriak'. Tiba-tiba korban langsung mencabut sajam dari sarungnya yang diselipkan di pinggang dan keduannya pun saling mengacungkan sajam.
Tak lama Saso adik Konde pun datang dan mencoba melerai dengan cara mendorong keduanya. Namun, korban malah justru tak terima dan mengatakan 'kamu mau bela kakakmukah', sambil mengacungkan sajam ke Saso dan Saso memukul tangan korban dan sajam korban terjatuh ke tanah.
Kemudian korban memukul pelaku Saso dengan tangan kosong di bagian wajah hingga terjadi rebut merebut sajam antara Saso dan Batosai, tetapi berhasil diambil Saso. Kemudian korban berusahan melarikan diri, tetapi tidak berhasil dan Saso menusuk korban sebanyak 10 kali di bagian dada, punggung dan leher korban. Selain Saso, Konde pun ikut menusuk korban dengan sajam miliknya ke bagian punggung dan tangan korban, hingga akhirnya korban berhasil melarikan diri dari kedua pelaku.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Zainal Arifin yang dikonfirmasi mengatakan, pasca mendapatkan laporan tersebut, Tim Anti Bandit opsnal Reskrim Polsek Sungai Kunjang pun langsung bergerak cepat dan mengamankan kedua pelaku pada Senin (27/11/2023) sekitar pukul 16.00 WITA di kediaman keduanya di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Karang Asam Ilir Kecamatan Sungai Kunjang.
"Kedua pelaku kami amankan sore harinya di kediamannya," katanya saat dikonfirmasi Selasa (28/11/2023) hari ini.
Ditanya terkait dengan motif kejadian tersebut Zainal menyebutkan berdasarkan keterangan pelaku, bahwa korban yang mendatangi rumah pelaku Konde.
"Kalau keterangan sementara, gara-gara korban ini menantang pelaku," sebutnya. Disinggung soal hubungan antara pelaku dan korban, mereka sama-sama kerja di pasar. "Jadi, Saso dan Konde (pelaku) adik-kakak," singkatnya.
Tetapi, hingga saat ini pihaknya masih mendalami keterangan dari kedua pelaku tersebut. "Iya ini masih kami dalami lagi, kan korban masih perawatan di rumah sakit, jadi setelah pulih baru kami mintai keterangan," pungkasnya.
Editor: Maruly Z