Akibat tumbangnya pohon jenis akasia berukuran besar setinggi 40 meter setelah hujan deras mengguyur Kota Samarinda tersebut, arus lalu lintas terganggu. Beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Indrawan Darusallam, seorang guru di SMP Negeri 4 tersebut saat ditemui di lokasi kepada Korankaltim.com siang tadi mengatakan, pohon tua itu tumbang saat proses belajar mengajar masih berlangsung.
"Saat proses belajar, kami mendengar suara keras dari arah luar sekolah, saat kami cek ternyata pohon akasia yang sudah lama itu tumbang ke jalan," kata Indrawan.
Pohon tersebut disebut Indrawan memang sudah sangat tua dan sering dilakukan pemangkasan secara rutin tetapi sebelum dilakukan pemangkasan kembali, pohon berukuran tersebut tumbang dengan sendirinya.
"Pohonnya sudah tua dan akarnya juga sudah rapuh, kemungkinan selain jabuk (rapuh) juga kondisi tadi hujan, saat reda tumbang," jelas Indrawan lagi.
Tembok sekolah ambruk tertimpa pohon tumbang tersebut termasuk baliho sekolah serta kabel PLN. "Beruntung tidak ada korban, ada orang yang melintas tapi agak jauh, motornya rebah tapi tidak tertimpa pohon, hanya kabel PLN saja," pungkas Indrawan.
Sementara petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Ahmad Imam Syahrani menjelaskan mereka mendapatkan informasi adanya pohon tumbang di Jalan Juanda, yang sempat menyebabkan kemacetan, tepatnya di depan SMP Negeri 4.
"Setelah mendapatkan laporan, kami bersama dengan tim, dibantu relawan, BPBD, PLN, Koramil dan kepolisian, melakukan proses evakuasi pohon, untuk mengurai kemacetan," ujar Imam.
Disdamkar langsung mengambil tindakan berupa pemangkasan pohon. "Ini kami lakukan pemangkasan batang pohonnya, dugaannya karena memang akar pohon sudah jabuk. Alhamdulillahnya tidak ada korban," ucap Imam.
Editor: Aspian Nur