Seorang warga sekitar, Taufik Hidayat (24) menjelaskan, jika aroma minyak tersebut sudah dirasakan selama tiga hari belakangan ini sejak Sabtu (18/11/2023) sore lalu. "Hari Sabtu jam 3 sore itu sudah keciuman dan aromanya nyengat sekali, kemudian hilang dan dilanjut hingga sore jam 5 aroma itu kembali tercium," ujarnya saat di konfirmasi korankaltim.com, Senin (20/11/2023).
Meski ia mengaku tidak mengetahui pasti jenis minyak yang tumpah tersebut, namun ia menduga dari aromanya bahwa minyak tersebut seperti BBM jenis solar.
"Saya kurang tahu itu solar atau bukan, tapi bau minyak seperti solar, kemudian saat dicek kembali oleh warga memang ada minyak tumpah," bebernya.
Pada Minggu, (19/11/2023) kemarin, beberapa warga kembali mengecek ke sungai, namun aroma dari dugaan tumpahan minyak sudah mulai berkurang. "Hari kedua masih ada (baunya) tapi enggak terlalu nyengat, bahkan sewaktu air sudah surut tapi minyaknya masih nempel di tepi sungai," ungkapnya.
Taufik mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu masyarakat saat hendak tidur di malam hari. Hal ini dikarenakan bau yang menyengat hidung dan terasa tidak nyaman. "Mengganggu waktu tidur karena nyengat banget, aromanya sampai di Pasar Ijabah," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh warga sekitar, dugaan tumpahan minyak berasal dari Sungai Mahakam yang mengalir ke sejumlah anak sungai. Terlebih air tersebut kerap digunakan warga untuk mandi dan mencuci oleh warga sekitar. "Kalau alirannya itu dari Sungai Mahakam masuk ke sungai kecil, masyarakat juga masih gunakan air ini untuk mandi dan mencuci," pungkasnya.
Tak hanya itu, salah seorang warga, Rian (29) juga mengakui hal yang sama bahwa ada dugaan tumpahan minyak. Hal ini dibuktikan dengan aroma yang tak sedap. "Kita juga merasa kalau ada bau yang tidak enak, kita juga bingung awalnya apa, tapi memang sepertinya ada minyak yang tumpah," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin