Tim pengabdian ini beranggotakan 3 Dosen terdiri dari Sekar Ayu Setyowati, Fitriyana, dan Ibnu Eka Rahayu, serta 2 mahasiswa Teknik Kimia Polnes.
Fitriyana mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk menguatkan pengelolaan sampah bagi masyarakat agar selanjtunya dapat dikelola menjadi lebih bernilai. Sebab, sampah sudah menjadi permasalahan umum yang sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari.
“Oleh sebab itu diperlukan pengelolaan dan penanganan yang serius karena dapat menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan dan mendatangkan berbagai penyakit,” ungkapnya.
Kepada masyarakat pihaknya memberikan penjelasan mengenai klasifikasi sampah secara sederhana yaitu sampah organik dan anorganik. Kemudian nantinya sampah jenis anorganik akan dikumpulkan kepada pengepul atau bank sampah, sedangkan sampah organik akan dilakukan pengolahan lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan kembali. Adapun beberapa produk berinilai yang dapat dihasilkan dari sampah organik yakni kompos, pupuk cair, dan eco-enzyme.
“Harapannya dari program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam manajemen pengelolaan sampah yang mana nantinya dapat diaplikasikan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Fitriyana.
Menurut Fitriyana dengan manajemen pengelolaan sampah ini menjadi langkah awal untuk mengatasi permasalahan yang sering dihadapi masyarakat yaitu sampah, khususnya hasil perkebunan dan rumah tangga.
“Sampah yang tadinya tidak bernilai dapat diubah menjadi produk baru yang lebih bernilai dan dapat langsung dimanfaatkan oleh Masyarakat itu sendiri,” sebutnya.
Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, bertanya dan berdiskusi perihal pengelolaan sampah. Bahkan peserta berharap akan ada kegiatan serupa lagi untuk mengembangkan pengelolaan sampah lebih lanjut yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan.