Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan, untuk mewujudkan keinginan tersebut, pihaknya akan memaksimalkan lahan potensial guna mengembangkan sektor pertanian secara luas, baik pertanian pangan, hortikultura, peternakan, kelautan dan perikanan.
Menurut Akmal Malik, upaya ini sebagai wujud menjaga ketahanan pangan di daerah, sehingga Kaltim tidak ketergantungan pada pasokan kebutuhan pangan dari luar daerah. Akmal Malik akan menekankan hal itu kepada instansi terkait untuk meningkatkan pengembangan produksi pangan dan hortikultura dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
"Kita akan kembangkan sentra-sentra produksi pangan dan hortikultura dengan melakukan kolaborasi pemerintah kabupaten dan kota, seperti Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) serta daerah lainnya di Kaltim,” ujarnya, Senin (6/11/2023).
Ia menilai Kaltim memiliki potensi di setiap daerah dengan keunggulan yang berbeda. Namun, untuk mensiasati itu, ia berharap potensi yang ada dapat dikembangkan secara langsung melalui dukungan kebijakan kepala daerah. Terlebih dalam komitmen pada pengembangan pertanian.
“Kita harap para kepala daerah, bupati maupun wali kota memiliki komitmen pengembangan pertanian dalam arti luas di daerah masing-masing. Kebijakan daerah sangat penting guna mewujudkan kemandirian pangan kita,” pungkasnya.
Sebagai informasi, salah satu contoh daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Berdasarkan data tahun 2022, kabupaten ini memiliki luas lahan sawah mencapai 11.456 hektare dan mampu menghasilkan panen sebesar 45.106 ton per tahun.
Editor: Maruly Zainuddin