Asisten Manajer Humas Perumdan Tirta Kencana Samarinda, Sendya Ibanez mengatakan, pengurasan bak penampungan air ini memang rutin dilakukan tiga bulan sekali. “Untuk pengurasan sendiri membutuhkan waktu mulai dari pagi sampai kurang lebih sore hari, kalau lebih cepat biasanya siang sudah selesai,” kata Sendya pada korankaltim.com pada Minggu (5/11/2023).
Pada saat pengurasan ini dilakukan, Perumdam Tirta Kencana akan menghentikan sementara pendistribusian air di IPA induk. Pihaknya mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk bisa menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan.
Dia juga memastikan, proses distribusi air memang tidak berhenti total, namun hanya debit air saja yang akan berkurang. Namun, bakal ada rumah yang airnya tak mengalir sama sekali terutama yang berada diketinggian seperti rumah di lantai dua dan daerah pegunungan.
“Kita imbau pada masyarakat untuk bisa menampung air dulu sebelum dilakukan pengurasan. Pengurasan ini kami terima informasi dari pihak distribusi memang dadakan, mudahan bisa tersampaikan. Karena ini sifatnya rutin, tiap tiga bulan sekali kan jaga kualitas air,” ungkapnya.
Pihaknya juga terus berkomitmen untuk menjaga kualitas air agar sampai ke rumah-rumah pelanggan dengan kualitas baik.
“Kalau dalam satu tahun itu empat kali (pengurasan) dan itu tergantung, kita melihat juga ya. Kalau memang filter kami sudah mulai kotor, lalu ada yang namanya vlug air sudah mulai naik ke permukaan, maka kita akan cepat-cepat lakukan pengurasan,” jelasnya.
Setelah pengurasan dilakukan, air akan kembali mengalir seperti semula dengan debit yang sama. Beda halnya dengan kasus pipa bocor yang membutuhkan waktu hingga dua hari agar air bisa mengalir normal.
Adapun beberapa wilayah yang bakal terdampak yakni Komplek Zein Zipur TNI AD, Jalan Purwobinangun, Jalan Penangkaran Buaya, Jalan Sukorejo, Jalan Pelita 5,6 dan 7 dan Perumahan Graha Mandiri 2 dan sekitarnya.
Editor: Maruly Zainuddin