Hal ini disampaikan Direktur Utama PT MMP Kaltim, Edy Kurniawan saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Peningkatan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang diselenggarakan di Hotel Midtown, Senin (16/10/2023).
Edy mengatakan, pihaknya sudah dilakukan evaluasi secara triwulan sehingga ia berharap semua yang ia lakukan dapat tercapai baik dari sisi pendapatan. Namun hal itu tidak akan memberikan hal yang positif apabila tidak dibarengi dengan tata kelola perusahaan yang baik. “Kami preseden yang buruk pada pimpinan sebelumnya sampai mengalami persidangan. Kita ingin sekarang kita dapat bisnis yang berkembang tapi harus akuntabel juga,” ucanya.
Edy mengaku dengan tata kelola yang benar, tentu akan memberikan dampak positif terhadap PAD. Sehingga melalui kegiatan tersebut ia berharap MMP dapat terus berkembang dengan baik. Bahkan, ia sudah melakukan kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kaltim dan Kejaksaan.
“Tinggal kami melakukan MoU bersama Inspektorat Wilayah (Itwil) saja, ini kita lakukan supaya tata kelola perusahaan bisa berjalan dengan baik, karena mereka adalah bagian dari pemegang saham ikut mengawasi,” jelansya.
Selain itu, Direktur Utama PT MMP ini menyebutkan bahwa sejauh ini sudah banyak instansi yang ikut melakukan pengawasan pada setiap perkembangan MMP. “Banyak yang membantu kami, waktu kami mendapatkan masalah tapi saat Asdatun mengawal Alhamdulilah bagus lah, kami juga sudah menciptakan budaya untuk membiasakan yang benar bukan membenarkan kebiasaan,” ujarnya.
Selain itu, Edy berupaya untuk menciptakan iklim yang baik dalam saat bekerja dan mengajak setiap karyawan untuk meningkatkan rasa memiliki agar cita-cita untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik dapat berjalan mudah. “Ini sebenarnya harapan kami, yang penting kami bisa didukung untuk meningkatkan kualitas kerja kami, kami akan totalitas,” pungkasnya.
Sebagai informasi, narasumber dari kegiatan FGD ini diantaranya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Gunaidi, BPKP Kaltim, Hasoloan Manalu dan Inspektorat Kaltim, Rotua Juniati.
Editor: Maruly Zainuddin