Kasi Minerba ESDM Kaltim, Sukariamat menyampaikan, sebelumnya perlu diketahui bahwa nikel ini bukan merupakan produk dari sumber daya alam asli Kaltim. "Karena di sini (Sangasanga) pabrik tersebut hanya sebagai tempat untuk pengolahan, dan sumbernya kan berasal dari Sulawesi," ucap Sukariamat, Jumat (13/10/2023).
Dia menuturkan, terkait insiden kebakaran tersebut, sesuai informasi berada tepat di mixing batu bara, dan bukan pada proses produksi nikel. "Artinya, di sini menurut saya SOP K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) masih belum maksimal," katanya.
Menurut Sukariamat, hal ini karena hingga sekarang belum masuk pada tahapan proses produksi nikel tetapi sudah terjadi insiden tersebut, dan SOP K3-nya harus diperhatikan lagi mulai dari ketersediaan alat pemadam dan kebutuhan lainnya.
"Kalau kita lihat secara visual di situ kan belum ada alat pemadam, artinya unsur SOP keselamatan karyawan belum berjalan maksimal," sebutnya.
Dia mengungkapkan, kejadian saat ini harusnya bisa menjadi pembelajaran, apalagi yang menjadi korban adalah 2 tenaga kerja asing. "Kalau seandainya sudah berprogres (produksi) bisa jadi yang menjadi korban semakin banyak, karena tenaga kerja pasti banyak yang terlibat," ucapnya.
Editor: Maruly Zainuddin