Sanjaya, warga sekitar kepada Korankaltim.com petang tadi menjelaskan, dirinya sedang berada didalam rumah bersama sang istri dan anaknya yang hendak pergi mengaji. Tetapi saat anaknya keluar rumah ternyata melihat ada asap di sebuah rumah dikawasan itu dan memberitahukannya kepada ayahnya.
"Anak saya mau pergi ngaji terus dia bilang sama saya dan ibunya ada asap, saya langsung cek ternyata benar. Saya datangi ke rumah itu dan membuka pintu, ada anak muda di dalam tetapi dia agak terbelakang mental, dia sempat gedor-gedor pintu dari dalam, mau buka pintu tidak bisa, saya bukakan, saya suruh keluar. Kemungkinan dia main api, tapi tidak tahu juga dan yang terbakar kasur di dalam kamar," jelas Sanjaya.
Saat itu pemuda berusia 20 tahun itu hanya seorang diri sementara kedua adiknya sedang tidak ada di rumah. "Dia tinggal bertiga, orang tuanya sudah meninggal. Neneknya masih ada, tetapi tidak tinggal satu rumah, tapi dekat sini," sebutnya.
Melihat itu Sanjaya bersama warga lain langsung mengambil air parit dan memadamkan api. "Tidak lama datang petugas memadamkan api," tutupnya.
Sementara Komandan Regu Posko 7 Disdamkar Samarinda Dwi Purwanto mengatakan setelah mendapat laporan warga, unit posko 7 langsung menuju lokasi. "Kami langsung ke lokasi. Yang terbakar kasur. Penyebabnya masih didalami, pihak berwajib," kata Dwi.
Editor: Aspian Nur