Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun rencananya bakal mengganti paving block di Kawasan tersebut dengan menggunakan aspal. Bahkan, tak hanya disekitaran area Taman Samarendah saja yang diaspal, namun juga mulai dari Jalan Bhayangkara, Jalan Pahlawan hingga Jalan DR Soetomo juga akan dibuat mulus dengan menyiapkan anggaran Rp3,2 miliar.
Pengaspalan di sekitaran Taman Samarendah ternyata mendapat sorotan dari masyarakat. Banyak pengendara yang merasa kebingungan lantaran pengaspalan dilakukan tanpa membongkar paving block terlebih dahulu.
Sabri (40), salah saorang pengedara sepeda motor menyebut harusnya dalam pengaspalan bisa lebih dimatangkan, tidak hanya serta merta agar jalan mulus tapi sifatnya sementara.
“Harusnya dipikirkan, masa langsung diaspal begitu di atas paving blocknya. Harusnya dibongkar dulu, jangan hanya ditambal di atasnya,” ujarnya pada korankaltim.com saat melintasi di Taman Samarendah.
Hal senada diungkapkan Yuni (35), salah seorang pengendara roda empat yang mengatakan proyek pengaspalan bukan jalan akhir dari masalah yang ada di Taman Samarendah tersebut.
“Artinya kan tidak kuat, kalau paving blocknya bergeser gimana. Bisa jadi kan retak-retak, karena kita lihat paving bloknya saja sudah bergelombang,” tuturnya.
Pada saat dilakukan pengaspalan jalan tadi, arus lalu lintas tetap berjalan lancar seperti biasa, karena pengaspalan tidak dilakukan dengan menutup jalan secara total.
Editor: Maruly Zainuddin