Untuk rincian titik di 10 kecamatan tersebut yakni Palaran terdapat delapan titik dengan luas area 79 ribu meter persegi, Loa Janan Ilir terdapat satu titik dengan luas area 200 meter persegi, Sambutan ada enam titik dengan luasan area 73 ribu meter persegi, Sungai Kunjang terdapat dua titik dengan luasan yang terbakar 10.250 meter persegi, Samarinda Ulu dua titik dengan luasan 20.032 meter persegi, Samarinda Kota satu titik dengan luas area 200 meter persegi, Samarinda Ilir nihil, Sungai Pinang empat titik dengan luasan 15.220 meter persegi, Samarinda Utara delapan titik dengan luasan area 67.040 meter persegi dan Samarinda Seberang satu titik dengan luasan 200 meter persegi.
Sehingga untuk total luasan keseluruhan lahan yang terbakar di 10 kecamatan tersebut yakni 265.142 meter persegi. "Rata-rata penyebab kebakaran lahan itu akibat faktor kesengajaan yang dilakukan oleh warga untuk membuka lahan, alasan mereka cepat," ungkap Kepala BPBD Samarinda, Suwarso saat dikonfirmasi Selasa (5/9/2023) hari ini. "Untuk luasannya sendiri yang terbakar dari 33 titik yang tersebar di 10 kecamatan, sekitar 265.142 meter persegi, itu sampai hari ini ya," sambungnya.
Lanjut kata Suwarso dengan kondisi cuaca saat ini, ia menyebutkan potensi kebakaran lahan masih bisa terjadi. "Cuaca begini masih berpotensi kebakaran lahan, kan akhir-akhir ini cuaca cukup panas, walaupun rata-rata itu akibat faktor kesengajaan, ada warga membuka lahan dengan dibakar, sehingga membuat api tidak terkendali," terangnya.
Padahal tambah Suwarso, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui spanduk dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa, untuk pembukaan lahan dilarang dengan cara dibakar. "Dan sejauh ini mereka yang melakukan pembukaan lahan dengan dibakar, masih diberikan pembinaan," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin