Dalam Musorprov tersebut, tujuh pengurus cabor (Pengcab) sepakat menyerahkan surat dukungan kepada Suharyanto yang sebelumnya juga sudah menjabat sebagai Ketua NPC Kaltim selama satu periode. Usai disahkan, Suharyanto mengaku ingin adanya regenerasi pada tubuh NPC Kaltim yang sudah dipimpin sebelumnya.
“Tadinya saya sudah tidak mau lah jadi ketua, saya inginnya jadi pelatih saja. Tapi Pengcab ngomong ke saya kalau tidak ada figure seperti saya, kan harus regenerasi,” ungkapnya.
Dia mengatakan, berdasarkan pengalaman, pada 2018-2021 memang menjadi tahun yang berat bagi NPC karena minimnya anggaran, namun kondisi itu tak menyurutkan pihaknya melakukan sejumlah kegiatan.
Terbukti dengan hasil kerja bersama, dirinya terus meningkatkan prestasi melalui pembinaan atlet dan nantinya juga bakal ada penjaringan atlet baru. Pria yang akrab disapa Yanto ini juga optimis NPC bisa mencetak prestasi ditahun-tahun yang akan datang termasuk mensukseskan Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) pada 26 September 2023 mendatang.
Sementara dalam Musorprov ini, Ketua I Bidang Organisasi NPC Pusat, Rio Suseno mengatakan, musyawarah yang dihadiri sembilan Pengcab kabupaten/kota ini berjalan dengan demokratis. “Hari ini kita menentukan ketua baru dalam NPC Kaltim. Ketua terpilih diharapkan mampu memegang komitmen menjalankan roda kepengurusan,” kata Rio pada korankaltim.com.
Rio berharap, NPC Kaltim mampu bekerja sama dengan pemerintah. Dikatakannya, pembuktian awal dari majunya kepengurusan dari Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Sumatera Utara (Sumut) Kaltim harus kembali bersinar. Diakui Rio bahwa Kaltim merupakan kantongnya atlet Indonesia.
Menitip pesan pada ketua terpilih yang baru, Rio menginginkan kepengurusan yang akan datang bisa menggandeng sembilan kabupaten/kota melakukan pembinaan bagi para atlet. “Rata-rata Pengcab ini pengurus yang baru mengenal NPC. Sehingga diperlukan energi yang lebih besar dari ketua untuk mengunjungi adik-adik kita di masing-masing daerah,” imbuhnya.
Editor: Maruly Zainuddin