Kendaraan dari empat arah jalan tersebut tak bisa melintas karena tepat di tengah jalan berlangsung kegiatan pembentangan bendera merah putih sebagai bagian dari peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang jatuh pada hari ini dan setiap tahun dilaksanakan di lokasi tersebut.
Suara sirine yang menggema mengiringi dibukanya bendera merah putih oleh siswa SMK Kehutanan Samarinda yang dilanjutkan dengan lantunan lagu Indonesia Raya.
Adalah para relawan di Kota Tepian yang menggagas acara ini dengan mengerahkan unit kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang selama ini jadi kendaraan operasional di setiap penanggulangan bencana di Samarinda.
Pembentangan bendera merah putih di Simpang Lembuswana tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena ukurannya lebih besar.
Ketua Karang Taruna Kota Samarinda Joko Iswanto menjelaskan hal ini. "Ukuran benderanya 36x24 meter, dibanding tahun sebelumnya tahun ini benderanya lebih besar," kata Jokis, sapaan akrab Joko Iswanto kepada Korankaltim.com siang tadi.
Pasukan yang membentangkan bendera merah putih merupakan siswa dari SMK Kehutanan Samarinda dengan jumlah sekitar 80 personel. "Tim pengibar bendera itu sekitar 80 orang," ucapnya.
Acara yang berlangsung sekitar 30 menit itu mendapat sambutan antusias masyarakat baik yang tak mengetahui ada kegiatan engibaran bendera saat melintas maupun yang sengaja datang melihat prosesi setahun sekali tersebut. Tepuk tangan dan teriakan Merdeka usai lagu Indonesia Raya dikumandangkan mewarnai akhir acara tersebut pagi tadi.
Diharapkan momentum pengibaran bendera merah putih tahun ini Indonesia dapat lebih baik dari sebelumnya dan terus membawa perubahan positif serta dapat menjadi negara maju, seiring dengan tema HUT ke-78 RI yaitu Terus Melaju untuk Indonesia Maju.
Penting bagi masyarakat Indonesia untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur saat berupaya melawan penjajah demi memerdekakan negara ini.
"Kita semua tentu ingin Indonesia bisa lebih maju dan masyarakatnya bisa lebih sadar tentang pentingnya menghargai jasa pahlawan," tutup Jokis.
Editor: Aspian Nur