Dinamisator JATAM Kaltim Mareta Sari mengatakan, pihaknya menilai sejauh ini beberapa program pemerintah masih kurang berpihak kepada masyarakat, khususnya program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kaltim.
"Salah satu proyek yang dibangun oleh negara ini serta menjadi highlight (sorotan) dalam 5 tahun terakhir tengah menimbulkan berbagai macam masalah," ujar Eta, Rabu (16/8/2023).
Menurutnya, masalah bukan hanya berdampak di daerah Kaltim saja, tetapi proyek tersebut juga berhubungan dengan pulau-pulau lainnya.
"Yang dalam konteksnya berhubungan dengan Kemerdekaan Indonesia di seluruh pulau, dari pulau Sumatera sampai Papua," katanya.
Konteks ini kita lihat bagaimana Ibu Kota Negara yang sebelumnya berada di Jakarta kemudian dipindahkan dan dibangun di Kaltim tentu menimbulkan berbagai masalah.
"Pertama, memangsa pulau-pulau lain, misalnya pembangunan IKN dengan Forest City dan Green city dimana seluruh listriknya akan menggunakan energi terbarukan," terangnya.
Kemudian menurutnya, adanya pembangunan bendungan di Kaltara akan menggusur setidaknya sekitar 6 kampung masyarakat Dayak Kenyah. "Dimana disebut sebagai bersih dan hijau?," sebutnya.
Kemudian ke depan penggunaan listrik-listrik dari baterai, pasti akan banyak pertambangan nikel demi menunjang kelistrikan di IKN yang dilakukan di tempat lain seperti Sulawesi Tengah, Halmahera Utara dan Sulawesi Selatan.
Editor: Maruly Zainuddin