Wakil Ketua Baznas Kota Samarinda Ahmad Syahrir menyampaikan, kegiatan sosial ini merupakan rangkaian dalam peringatan bulan Muharam.
“Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari kerja sama Baznas juga ada kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samrinda,” kata Syahrir.
Dalam paket yang dibagikan berisi alat tulis dan makanan berat yang anggarannya terkumpul dari muzzaki atau orang yang membayar zakat. Selain itu, Syahrir menjelaskan ‘sedekah durian’ dari anak-anak SD yang ada di Kota Samarinda sebesar Rp2 ribu yang rutin tiap tahunnya dilakukan juga termasuk di dalam kegiatan kali ini.
Untuk diketahui, masing-masing anak disetiap SD kemudian menyetorkan uang Rp2 ribu untuk berinfaq melalui Baznas Kota Samarinda . “Dari muzakki dan sedekah durian ini terkumpul hingga Rp1,5 miliar. Kalau per tahun kurang lebih sekitar Rp300 ribu,” terangnya.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengapresiasi insiatif yang mengkolaborasikan Pemkot Samarinda dengan Baznas karena dirinya melihat secara langsung zakat, infaq, sedekah yang dikelola dengan rapi, transparan, akuntabel untuk peningkatan kualitas kehidupan msyarakat.
"Dari sisi lain, kita juga ini bisa memberikan manfaat luas dari pengumpulan zakat itu, yang diharapkan menumbuhkan kepercayaan, dan kepatuhan masyarakat,” terangnya.
Tidak hanya melakukan pembayaran zakat dan infaq serta sedekah saja, tetapi juga sekaligus memasifkan warga Samarinda dalam membayarkan zakat pada lembaga resmi.
Sebab, Andi Harun menjelaskan jika zakat disalurkan dalam lembaga resmi dan bertanggung jawab maka bisa dipastikan zakat akan bermanfaat bagi kehidupan umat.
“Sehingga masyarakat kita bisa berbondong-bondong menyalurkan zakatnya ke Baznas, sekaligus bisa bermanafaat bagi kota ini juga,” terangnya.
Disebutkannya juga, bahwa santunan pada anak-anak sekolah ini menjadi salah satu langkah penurunan angka kemiskinan dan penggerak ekonomi masyarakat.
Termasuk bisa membantu masalah-masalah sosial lainnya, terutama bagi warga yang kurang mampu sebagai salah satu dari delapan kategori penerima zakat.
Editor: Maruly Zainuddin