Air Sungai Mahakam Surut, Kapal Sulit Bergerak, Ada yang Tertahan di Kawasan Hulu
2 menit baca1.456 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM,SAMARINDA - Pergerakan kapal di Sungai Mahakam dalam beberapa pekan terakhir mengalami kesulitan bergerak.
2 menit baca1.456 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM,SAMARINDA - Pergerakan kapal di Sungai Mahakam dalam beberapa pekan terakhir mengalami kesulitan bergerak.
Pasalnya, kemarau yang terjadi sejak akhir Juni meski sesekali masih ada hujan yang turun namun tetap saja membuat air sungai surut meski disebut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda Capt Ridha masih kondisi aman.
Kepada Korankaltim.com saat ditemui di Pelabuhan Samarinda, Kamis (10/8/2023) hari ini, Ridha menjelaskan mereka sudah menginformasikan kepada operator, nahkoda kapal serta seluruh asosiasi yanb bergerak di bidang pelayaran kalau air Sungai Mahakam menurun karena kemarau. "Untuk tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, setelah 10 tahun baru terjadi lagi air sungai berkurang seperti ini," kata Ridha. "Tahun-tahun sebelumnya masih bisa dilintasi kapal-kapal yang memuat batu bara dari hulu ke Muara Berau," imbuhnya..
Untuk tahun ini ada beberapa wilayah seperti di Kota Bangun di Kutai Kartanegara ke atas sudah tidak bisa dilintasi karena air sungai yang surut. "Kejadian ini sudah terjadi sekitar dua pekan belakangan terakhir hingga sekarang karena memang belum ada curah hujan," paparnya.
Beberapa kapal di hulu sungai masih tertahan dan menunggu air pasang untuk berlayar. "Air surut ini bukan mengikuti pasang-surut, tetapi memang murni kemarau, sehingga menunggu air pasang tidak mungkin, karena diketahui air laut ketemu air dari hulu tidak terjadi sampai hari ini," jelas Ridha lagi.
KSOP beharap kepada seluruh nahkoda, khususnya yang berlayar di perairan Sungai Mahakam, tetap waspada dan berhati-hati. "Koordinasi dan komunikasi diefektifkan kembali, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau kiri dan kanan mungkin sudah terjadi pendangkalan dan jalan satu-satunya melalui jalur tengah, harus berhati-hati, apalagi saat berpapasan," paparnya.
Meski memang ada pendangkalan namun kapal-kapal muatan batu bara masih bisa melintas di Sungai Mahakam. "Sejauh ini masih aman, contohnya saja untuk kapal penumpang KM Adithya yang biasanya berangkat jam satu atau jam dua, ini lebih awal jam setengah 12 karena faktor air surut, karena kalau semakin rendah takutnya kandas, makanya berangkat lebih awal," ucap Ridha.
Nahkoda kapal pun diakuinya telah mengetahui kondisi tersebut. "Mereka sudah tahu dengan melihat kondisi seperti itu, sehingga mengambil tindakan untuk memberangkatkan kapal lebih awal," pugnkas Ridha.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG