Disampaikan oleh Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al Haqq, bahwa dalam mempersiapkan penanganan kebakaran hutan yang bisa saja terjadi kapan saja, yang paling utama pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
"Mulai dari penanganan, caranya, teknis, dan pemantauan, sampai evaluasi semua kita lakukan," ucap Shahar, Rabu (9/8/2023).
Sebelumnya juga pihaknya sudah menggelar gladi posko di kawasan Bukit Bengkirai sehingga ketika terjadi kebakaran tidak terjadi kesalahan dalam proses penanganan.
"Di gladi tersebut kita gelar agar tidak terjadi kesalahan persepsi karena instruksi dan teknis itu secara internasional harus sama," katanya.
Kalau terjadi kebakaran hutan yang besar dan memerlukan bantuan pemadaman dari luar negeri, anggota kepolisian hutan dan tim sudah sama paham teknik dan caranya.
Shahar menyebutkan, di tengah kondisi musim kemarau saat ini pihaknya mengantisipasi di daerah Belayan, Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kabupaten Kutai Timur.
"Biasanya polisi hutan membimbing Masyarakat Peduli Api dan membentuk Kelompok Peduli Api di desa-desa yang kemudian digerakkan di garda terdepan, dan apabila sudah besar (kebakaran) maka di ambil alih oleh dinas," tuturnya.
Shahar menuturkan, pihaknya juga telah menyiapkan seluruh personel Polisi Hutan sebanyak 60 orang yang berada 20 unit KPHP di tiap kabupaten kota.
"Kami uga sudah melatih MPA dan berikan bimbingan teknis sehingga apabila terjadi kebakaran mereka lebih dahulu yang mengawasi dan menanggulanginya," terang Ketua Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) Kaltim.
Editor Aspian Nur