Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda Wahyono menyampaikan dilaksanakannya kegiatan ini untuk melatih dan mensertifikasi calon tenaga kerja atau pencari kerja yang ada di Samarinda agar memiliki kompetensi atau keahlian dibidang ini.
“Terutama kaitannya dengan mempersiapkan calon tenaga kerja untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan IKN apabila sangat diperlukan,” kata Wahyono kepada Korankaltim.com hari ini.
Pelatihan ini dilaksanakan enam hari, yaitu lima hari pelatihan dan satu hari uji sertifikasi kompetensi yang dimulai 7-12 Agustus 2023.
Platihan diikuti 100 orang dari Samarinda dan sekitarnya. Terdiri dari 50 peserta pelatihan tukang pasang/aplikator baja ringan dan 50 pelatihan juru gambar bangunan gedung.
"Kalau dinyatakan lulus mendapatkan dua sertifikat yakni sertifikat pelatihan dari BJKW (Balai Jasa Kontruksi Wilayah) 5 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Ruang, dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi," paparnya.
Kepala BJKW 5, Alfet Bahari menjelaskan Kalimantan Timur memiliki keistimewaan sehingga dipilih menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pelatihan yang berlangsung mengutamakan calon naker lokal yang ada. Selain itu, ia juga mengaku bahwa pihaknya memiliki standar dalam membangun infrastruktur.
“Menteri PUPR berpesan dalam pembangunan harus berkualitas. Untuk mencapainya yakni melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang juga berkualitas, yang ditandai dengan kepemilikan sertifikasinya,” sebut Alfet.
Editor Aspian Nur