Padahal, Pro Bebaya merupakan program unggulan Pemkot Samarinda dalam memberdayakan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan. “Saat ini untuk presentase realisasi Pro Bebaya ini baru mencapai 30 persen, karena mandeknya ini masih seputar perencanaan,” kata Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, Rabu (2/8/2023).
Namun Aditya mengaku ada beberapa kelurahan di kecamatan tersebut yang sudah mencapai 70 persen untuk realisasinya. Meski ada juga kelurahan yang masih belum melakukan realisasi alias masih nol persen.
Dia membeberkan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya, terdapat beberapa perbedaan strategi yang ada di masing-masing kelurahan. “Jadi tiap kelurahan ini kan memiliki strateginya masing-masing. Terutama soal perencanaan yang berubah dan perlu pematangan dalam RAB (Rencana Anggaran Belanja),” imbuhnya.
Sebagian kelurahan yang capaiannya masih minim biasanya masih mengoptimalkan perencanaan secara matang, lalu setelah itu semua pekerjaan yang sudah tersusun langsung dikerjakan.
Sedangkan terkait realisasi program sosial sebesar 40 persen dari anggaran Pro Bebaya yang telah diberikan, Aditya menjelaskan pihaknya sudah melakukan beberapa pelatihan. “Misal seperti dasawisma, dan juga pembayaran BPJS (Badan Perlindungan Jaminan Sosial) yang tentunya sudah berjalan,” bebernya.
Seperti di Kelurahan Sungai Keledang, akan dilakukan perencanaan dan dalam waktu atau sebulan ke depan programnya akan direalisasikan secara langsung. Sehingga dinamikanya juga berbeda-beda, akan tetapi dirinya meyakinkan bahwa semua program sudah berjalan, dan akan terus meningkat.
Dia memastikan kelurahan yang di pimpinnya pada triwulan ketiga nanti rata-rata targetnya akan mencapai 70 persen lebih. “Kami terus memantau dan mengawasi yang pasti, nanti pertengahan Agustus 2023 akan kami ajak kembali rapat bersama,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin