Menurut keterangan Alan (37) salah seorang saksi mata mengatakan, awalnya ia mendengar ada suara kretek, tetapi ia belum menyadari bawah api sudah melahap sebagian rumah tetangganya.
"Saya pikir bukan apa-apa, karena biasanya ada anak-anak main layangan di loteng sebelah," katanya saat ditemui di lokasi kejadian tadi.
Tetapi, untuk memastikan suara tersebut akhirnya ia pun keluar rumah dan melakukan pengecekan.
Tiba-tiba ada anak-anak berteriak ada api. "Terus saya lihat, benar ada api di rumah bu Rini, rumahnya lantai dua dari kayu, kalau rumah saya beton. Untung saja hanya kena bagian belakang, bagian plafon," tutupnya.
Sementara Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Kota Samarinda, Teguh Setyawardhana mengatakan pasca mendapatkan laporan, unit posko terdekat langsung diturunkan. "Ada dua posko yang kami turunkan," katanya.
Untuk kendala di lapangan diakuinya ada beberapa yang ditemui oleh petugas yakni sumber air minim, akses jalan sempit dan padat pemukiman.
"Jadi, kami mengandalkan air dari unit tangki dengan dibantu relawan. Alhamdulillah 30 menit kemudian api bisa dipadamkan," sebutnya.
Dalam musibah itu ada dua rumah tunggal yang terbakar, bermaterial kayu dan bertingkat.
"Dugaannya, informasi yang kami terima di lapangan (akibat) korsleting listrik, tetapi untuk pastinya masih dalam penyelidikan pihak berwajib," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin