Marose, warga sekitar Wiraguna kepada Korankaltim.com menjelaskan, sebelum kejadian dirinya ngobrol dengan tetangganya tepat di samping bangsal yang terbakar.
"Saya lihat ada api, terus ada yang teriak kebakaran, saya langsung bantu-bantu warga pemilik bangsal mengangkut barang," ujar Marose saat ditemui di lokasi kejadian.
Bangunan yang terbakar tersebut, semuanya bermaterial kayu. "Yang terbakar itu semua bangsalan kayu dan apinya berasal dari bangsal belakang," sebutnya.
Sementara Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda Makmur Santoso menyebut mereka mendapat informasi tersebut sesaat setelah terjadi kebakaran.
"Yang terbakar ada bangsal 12 pintu dan dua rumah tunggal. Untuk asal api masih dalam penyelidikan kepolisian," kata Makmur.
Kendala Disdamkar mengatasi kobaran api yakni rata-rata bangunan terbuat dari kayu, minim sumber air dan banyaknya warga yang menonton.
Editor: Aspian Nur