Sosialisasi yang dihadiri oleh Lurah Karang Asam Ulu Kumala dilakukan dengan menggandeng Babinsa dan tim Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kelurahan Karang Asam Ulu.
“Acara ini merupakan rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun yang pertama FUGO Hotel and Resort,” kata Direktur Pemasaran dan Pejualan FUGO Hotel and Resort Rabiatul Adawiyah kepada Korankaltim.com Rabu (26/7/2023).
Selan itu kegiatan ini juga bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinamai ‘WE CARE BETTER’. Tak hanya berlangsung di Kota Samarinda saja, Rabiatul menjelaskan bahwa agenda ini juga dilaksanakan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan tema yang sama.
“Sosialisasi dihadiri 35 balita dan ibunya, sebagai bagian dari upaya penurunan stunting melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari,” sebut Rabiatul lagi.
Pengenalan cara menyiapkan makanan yang sederhana dan bergizi untuk anak-anak dan mudah didapatkan serta mengandung prebiotik, multivitamin dan mineral dilakukan saat sosialisasi yang menurut Rabiatul disukai anak-anak, serta dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.
Sementara Chef FUGO Hotel and Resort Samarinda Jonsari Hutagalung menyampaikan bagaimana cara pembuatan makanan-makanan untuk.
“Serta memberikan informasi tentang pemanfaatan bahan masakan yang bisa didapat disekitar dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga di rumah,” kata Jonsari.
Chef Jon juga menjelaskan bagaimana masyarakat dapat berperan untuk memenuhi gizi cukup dan seimbang pada anak.
Semua undangan yang hadir dan balita nya juga dapat mencicipi masakan yang sudah dibuat sehingga mudah untuk mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari.
Experience and Culture Manager Raka Sadrana mengharapkan kegiatan sosialisasi stunting ini dapat membantu masyarakat Indonesia memahami dan bisa mendeteksi dini perkembangan gizi bagi anak-anak di rumahnya masing-masing. “Tentu ini demi terciptanya SDM yang unggul,” ujar Raka Sadrana.
Raka juga menjelaskan akan pentingnya meningkatkan gizi anak demi membangun perekonomian bangsa. Sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab atau diskusi. Sebagian besar peserta mengatakan makanan, resep dan tips yang diberikan memiliki cita rasa manis sehingga mudah diterima oleh balita.
Hal ini menjadi salah satu alternatif untuk membantu penanganan masalah gizi, khususnya stunting, di Samarinda dan Indonesia.
Editor: Aspian Nur