"Sekarang kita sudah menganut smart government dan tuntutan implementasi teknologi informasi pada bidang pemerintahan tidak saja di Indonesia tapi juga dunia," kata Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu.
Aplikasi Sister's sendiri disediakan kepada masyarakat agar fungsi LPJU juga melibatkan peran serta masyarakat dari bagian pelaporan, karena di masing-masing tiang dipasangi barcode. Setiap LPJU yang padam karena mengalami gangguan bisa langsung dilaporkan dan terhubung ke Kantor Dishub Samarinda. "Sudah ada 1.535 tiang yang sudah dipasangi barcode ini, dan kita masih ada PR (pekerjaan rumah) lagi ini. Kalau total semua LPJU di Samarinda kurang lebih 10 ribu," urainya.
Menurutnya, masyarakat pasti ingin membantu penjagaan aset, khususnya lampu-lampu jalan yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, hadirnya aplikasi ini akan mempermudah masyarakat untuk ikut mengawasi LPJU.
Untuk sistemnya, tiap tiang bakal dipasangi barcode yang bisa di scan apabila terjadi kerusakan, masyarakat bisa menuliskan masalah pada LPJU tersebut. " Kemudian bila sumber ada kerusakan atau mati lampu, tinggal masyarakat menulis nanti laporannya masuk ke aplikasi dashboardnya. Nanti akan ternotifikasi, di dalam dashboard kita ini ada tim Satgas-nya," tegas Manalu.
Kemudian, setelah tim Satgas dari Dishub melakukan perbaikan dan kroscek, laporan dari Dishub Samarinda ini juga akan disampaikan pada pelapor bahwa LPJU sudah diperbaiki.
Editor: Maruly Zainuddin