Sebagaimana diketahui, AKI merupakan program unggulan pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik, yang akan diselenggarakan di 16 kota dan kabupaten di Indonesia.
“Branding UMKM ini juga penting untuk membangun awareness masyarakat tentang UMKM itu sendiri,” kata Direktur Kuliner Krita Desain dan Fesyen Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu mewakili Menparekraf, Sandiaga Uno.
Yuke menerangkan, pentingnya pelaku UMKM untuk menentukan target pasar mereka. Sehingga ke depannya proses branding bisa dilakukan secara lebih detail dan spesifik. Yuke menambahkan, jumlah UMKM per 2021 mencapai 64,2 juta, dengan kontribusi terhadap PDB Indonesia sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun. UMKM juga memiliki kemampuan untuk menyerap 97 persen dari total tenaga kerja.
Ia juga menjelaskan tujuan program AKI diantaranya memberikan kontribusi ekonomi melalui ekonomi kreatif pasca pandemi, mencari dan menciptakan merk produk ekraf baru yang bisa melekat di masyarakat, bahkan bisa mendunia.
Di lokasi yang sama, mantan personel grup musik JKT-48, Nabilah Ayu yang didaulat menjadi narasumber menerangkan bahwa branding atau pembuatan citra memang penting. Ia menceritakan, bagaimana ia mengubah citra dirinya dari seorang personel grup musik, hingga menjadi artis, presenter hingga pelaku usaha. “Sekarang pun saya tergabung ke dalam beberapa gerakan sosial, bersama dengan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf)” terangnya.
Untuk informasi, ada dua agenda besar dalam pelaksanaan AKI 2023 ini. Agenda pertama boothcamp yang diisi dengan kegiatan peningkatan kualitas dan kapasitas UMKM serta pameran yang ditujukan untuk menampilkan berbagai produk UMKM peserta AKI 2023.
Finalis AKI 2023 merupakan hasil dari kurasi total 6.531 pendaftar, dan dengan total finalis dari 16 kabupaten/kota adalah 428 yang terdiri dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik.
Editor: Maruly Zainuddin