Seperti diketahui sebelumnya telah disampaikan akan ada warga sekitar yang berupaya dan melakukan unjuk rasa terkait penolakan pembangunan terowongan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Darham melalui Sekretaris Syahrir mengungkapkan pihaknya hanya berupaya mengamankan pengerjaan proyek tersebut.
“Kami ini hanya mengamankan proyek pengamanan strategis pemerintah kota (Pemkot), ada laporan masyarakat bahwa jalannya menuju ke atas tidak boleh di potong, padahal itu sudah dibebaskan Pemkot Samarinda,” ucapnya.
Apalagi jalanan yang telah dibebaskan Pemkot itu sudah diberikan jalan pengganti, dan menurutnya sebenarnya memang sudah tidak ada masalah. Menurut pantauan di lapangan yang dilakukan korankaltim.com, tidak hanya Satpol PP saja yang berjaga di lokasi tersebut, namun ada TNI/Polri dan Denpom.
"Mudah-mudahan kondusif, tapi kita masih bersiaga sekitar dua sampai tiga orang diminta untuk berjaga di sini (lokasi pembangunan terowongan). Nanti kalau ada permasalahan dari kita nanti akan membackup lagi," terangnya.
Menurut pengakuan Syahrir, masyarakat yang datang menyampaikan aspirasinya itu tidak anarkis dan hanya sekadar mempertanyakan jalanan yang tidak ingin dipotong tersebut.
Personel yang dimintai standby ini akan berjaga di lokasi proyek pembangunan terowongan hingga pukul 20.00 WITA, apabila ada permintaan maka akan kembali dilakukan penjagaan. "Satpol PP diminta tadi 2-3 orang untuk berjaga, tergantung permintaan kalau disuruh berjaga ya kami berjaga," tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Samarinda, Desi Damayanti melalui Koordinator Lapangan Proyek Pembangunan Terowongan Rezky Samudra Aprilyan menjelaskan, sejauh ini progres pengerjaan terowongan mulai dikebut.
Dirinya berharap dengan bantuan dari beberapa stakeholder yang ada bisa mempercepat pengerjaan terowongan tersebut. Menurutnya dengan sudah dibebaskannya lahan yang dikerjakan, maka penjagaan tidak perlu dilakukan.
"Sebenarnya untuk pengerjaan tidak perlu ada penjagaan, tadi ada dari Polres, TNI, Denpom dan Satpol PP yang membantu kita, tapi karena lahannya ini sudah bebas kita harusnya bisa terus bergerak," imbuhnya.
Dengan adanya penjagaan ini diharapkan para pekerja untuk melanjutkan proses pengerukan lahan selanjutnya hingga 50 meter ke depan tanpa adanya hambatan.
Rezky juga berharap proyek akan terus berprogres sambil menunggu proses konsinyasi pada bulan ini, karena masih ada satu lahan warga yang belum menemukan kecocokan harga, dan prosesnya harus dilanjutkan ke pengadilan atau konsinyasi.
Editor: Maruly Zainuddin