Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Ali Rachman AS mengatakan, setidaknya akan ada 13 titik yang bakal mengalami gangguan selama masa pengerjaan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu.
“Itu merupakan agenda rutin, sama seperti pengurasan IPA sebelum-sebelumnya, sekitar enam bulan sekali memang harus dilakukan pengurasan,” kata Ali Rachman kepada Korankaltim.com Senin (10/7/2023).
Sama pada bak penyimpanan air yang ada di masing-masing rumah, bak yang ada di IPA juga harus dibersihkan guna menjaga standar kualitas tetap terjaga.
Tidak pasti untuk estimasi waktu pengerjaan, sebab harus menyesuaikan besaran bak yang harus dikuras. Namun, saat pengerjaan akan ada penurunan debit air sehingga ditakutkan tidak sampai pada masyarakat.
“Tetap mengalir tapi volumenya tidak sebesar biasanya. Intinya air itu cukup sampai pekerjaan pengurasan selesai. Lalu diproduksi lagi,” ujar Ali lagi.
Beberapa titik yang terdampak diantaranya Jalan Telkom, Jalan Olah Kebaya, Jalan Mennag, Jalan Sekolahan, Jalan Tatako, Jalan Masaji, Jalan Sultan Suliman, Jalan Pelita 5, Jalan Pelabuhan, Jalan Poros Samarinda - Anggana, Jalan Marga Bakti, Jalan Tridarma, Jalan Kenangan dan sekitarnya.
Masyarakat tidak perlu panik karena air masih tetap mengalir walau dengan volume yang kecil. Namun jika ingin berjaga-jaga barangkali akan ada kegiatan yang membutuhkan air lebih banyak bisa melakukan penampungan.
“Beberapa titik ini nantinya merupakan jaringan pipa yang akan teraliri air dengan volume yang sangat kecil, sehingga ada kemungkinan stop. Jadi berjaga-jaga saja,” tutup Ali.
Editor: Aspian Nur