"Kemarin kami sudah memanggil semua kru kapal, termasuk pengurusnya untuk dimintai keterangan. Dan hari ini kami akan berkoordinasi dengan PDAM (Perumdam Tirta Kencana) terkait kerusakannya, berapa nominal kerugiannya," ungkap Kasat Polairud Polresta Samarinda, Kompol Teuku Zia Fahlevi saat dikonfirmasi pada Selasa (4/7/2023).
Lanjut kata Zia sapaan akrabnya, pihaknya akan menunggu tindak lanjut dari PDAM seperti apa solusi yang akan diambil.
"Kami akan menunggu laporan dari mereka (PDAM). Tetapi, langkah saat ini masih periksa saksi-saksi," ujarnya.
Disinggung soal dugaan penyebab tongkang terbawa arus, pihaknya mengaku masih dilakukan pendalaman.
"Kami masih akan dalami lagi keterangan mereka (kru kapal), bagaimana terkait SOP-nya apakah sudah dilaksanakan atau tidak," sebutnya.
Termasuk pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), terkait dengan kondisi cuaca saat kejadian.
"Kalau dilihat kan saat itu cuaca mendung dan arus cukup kencang, makanya kami belum bisa menduga-duga, harus dipastikan dulu," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (3/7/2023) sekitar pukul 12.30 WITA tongkang Indomarina 3002 yang ditarik TB Atlantic, diduga terbawa arus hingga menabrak pipa induk besi milik Perumdam Tirta Kencana di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota.
Akibatnya, delapan klem (pengikat pipa) terlepas hingga terjadi pergeseran. Plt Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda, Capt. M Ridha menyebutkan dari keterangan awal nahkoda kapal, penyebab insiden dikarenakan faktor alam.
"Kalau keterangan awal dari nahkodanya itu, karena faktor alam, arus dan angin kencang, karena memang kawasan itu arus kencang saat belokan," tuturnya Senin (3/7/2023) kemarin.
"Jadi, posisinya itu dia sudah turunkan jangkar (TB dan tongkang), menunggu pengolongan, tujuan jeti dari Muara Berau, tetapi karena arusnya deras tongkang larut, saat TB mau berupaya menarik, tiba-tiba tali towing tersangkut di baling mesin, sehingga tidak mampu menarik, lantaran hanya satu mesin yang berfungsi," sambungnya.
Editor: Maruly Zainuddin