Seperti disampaikan Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Kemenag Kaltim, Ahmad Ridani melalui Sub Koordinator Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler, Khaeruddin, pihaknya telah melaksanakan rapat evaluasi dan membahas terkait beberapa persiapan jelang kedatangan jemaah haji ini.
"Persiapan kita sebenarnya sama seperti di tahun-tahun sebelumnya, ketika jemaah sampai di Balikpapan maka akan kita bawa ke asrama haji terlebih dahulu, dan kita serahkan kepada pemerintah daerah," ucap Khaeruddin, Senin (3/7/2023).
Setelah diserahkan kepada pemerintah daerah, maka akan dipulangkan kembali ke daerah asal jemaah haji tersebut. "Untuk daerah seperti Sulut dan Sulteng dimungkinkan akan diinapkan di asrama haji, mengingat jarak yang ditempuh harus menggunakan jalur udara," katanya.
Sementara untuk jemaah haji dari kabupaten/kota di Kaltim bisa langsung dipulangkan menggunakan kendaraan yang disediakan pemerintah daerahnya. "Yang kita ketahui sebenarnya para jemaah setelah sampai di asrama haji kemudian mandi dan bebersih ingin segera langsung balik ke kampung halaman masing-masing," terangnya.
Tetapi itu ditinjau lagi sesuai jadwal yang diatur oleh pemerintah daerahnya. Saat ditanyakan terkait jumlah jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci Mekah hingga 3 Juli 2023, dia menyebutkan berdasarkan data sementara yang meninggal dunia ada sebanyak 10 orang.
"Dari embarkasi Balikpapan yang meninggal ada sekitar 10, (rinciannya) dari Kaltim 4 orang, Sulut 4 orang dan Sulteng 2 orang, untuk Kaltara sampai sekarang masih nihil" jelasnya.
Editor: Maruly Zainuddin