Harlianto, pemilik rumah tempat asal api muncul kepada Korankaltim.com usai kebakaran pagi tadi menjelaskan, saat api terlihat dirinya sedang berada di lantai atas untuk buang air. Tiba-tiba pria 40 tahun itu mendengar suara istrinya beteriak kebakaran dan langsung keluar toilet kemudian melihat api sudah membesar dari atas plafon.
"Saya coba memadamkan sendiri menggunakan gayung tetapi tidak bisa. Saya seret tandon besar dari kamar mandi, saya siram terus tetap tidak mampu, api semakin membesar," ujar Harlianto.
"Karena api tidak bisa padam malah tambah besar, saya sama istri langsung lari keluar dan tidak sempat menyelamatkan apa-apa, hanya baju di badan saja," ujarnya dengan nada sedih.
Harlianto menduga kebakaran disebabkan korsleting listrik karena diakuinya banyak kabel. "Kayaknya korsleting karena banyak kabel di atas, terus membakar kasur busa dan merembet ke kanan dan kiri," paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Kadisdamkar) Samarinda Hendra AH mengatakan dalam musibah itu ada tiga rumah yang terbakar. "Upaya pemadaman sendiri kurang lebih 1 jam 30 menit," kata Hendra.
Akses masuk ke titik api sempit dan minim sumber air ditambah dengan bangunan yang bermaterial kayu jadi kendala bagi petugas untuk menjinakkan si jago merah.
"Akses masuk dalam gang sempit dan minim air. Dugaan awal kebakaran menurut informasi dari pemilik ruman karena korselting listrik," ujar Hendra.
Dalam musibah itu Damkar Samarinda menurunkan empat posko terdekat dengan dibantu satuan relawan Samarinda. "Kami dibantu dengan teman-teman relawan, dan alhamdulillah api bisa dikuasai," tutup Hendra.
Diketahui kebakaran pagi tadi terjadi saat cuaca mendung dan hujan dengan intensitas sedang. Api diketahui berkobar mulai pukul 06.00 WITA hingga pukul 07.30 WITA atau sekitar satu jam setengah baru berhasil dipadamkan.
Tiga rumah terbakar dalam musibah ini, dimana tiga kepala keluarga (KK) dengan 8 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Selain itu ada satu bangunan lain terdampak.
Editor: Aspian Nur