Berdasarkan data sementara tahun ini, jumlah pengidap TBC di Kaltim hampir mencapai 500 orang. "Sesuai data di tahun 2022, untuk pengidap TBC di Kaltim yang melaporkan diri sebagai penderita sebanyak 5.304 orang, dari jumlah yang diperkirakan sebesar 14.459,” terang Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin.
Dia menyampaikan, pihaknya terus berupaya menekan jumlah pengidap penyakit menular tersebut melalui berbagai pelatihan dalam menangani kasus TBC. Sementara ini jelasnya cakupan jumlah pengidap TBC masih sangat rendah, ada sekitar 56 persen dari jumlah yang sebenarnya.
"Dengan jumlah sekitar berapa persen tersebut, artinya penemuan kasus TBC masih kurang di Kaltim," sebutnya, Senin (19/6/2023).
Dia mengatakan, sebenarnya ada beberapa faktor penyebab kurangnya kasus TBC di Kaltim ini tidak terdata, diantaranya adanya TB varian Laten. "Memang ada virus TB Laten, yang mana sebenarnya tubuh seseorang ini telah mengidap TBC tetapi dia tidak memiliki gejala apapun, dan hal seperti ini yang sulit dideteksi," ucapnya.
Maka dari itu, menurutnya pemeriksaan kepada masyarakat yang memiliki risiko mengidap TBC sangat penting, karena, jika setelah dicek ternyata positif TBC bisa dilakukan penanganan.
"Identifikasi itu juga berlaku ketika kita cek masyarakat yang kelihatannya sehat, tidak memiliki gejala TBC, ternyata mengidap Laten," ujarnya.
Setelah diketahui, tentu pihaknya bisa memberikan penanganan dan pengobatan secara khusus, dengan terapinya, jika seseorang terserang TB Laten maka kita diberikan obat dan pada gejala yang ditunjukan.
Editor: Maruly Zainuddin