Untuk peringatan HLH tahun 2023 ini Pengurus Daerah Perkumpulan Forum Tenaga Ahli Lingkungan (P-Tali) Kaltim, bersama beberapa perguruan tinggi yang ada di Kaltim, menggelar seminar tentang pengelolaan lingkungan hidup dan penanaman bibit cepat tumbuh, di lahan PT Insani Baraperkasa (IBP), Sabtu (10/6/2023).
Ketua P-Tali Kaltim Prof Marlon Ivanhoe Aipassa, mengatakan penanaman yang dilakukan Di lahan terbuka milik PT IBP ini dengan memilih berbagai jenis tanaman. Dengan jenis yang cepat tumbuh sehingga lekas beradaptasi seperti sengon, kayu putih, serta tanaman buah.
"Ada puluhan tanaman yang kita tanam di kawasan bekas tambang dengan jenis yang cepat tumbuh," ungkap Prof Marlon, Minggu (11/6/2023).
Prof Marlon berkata, bahwa sangat perlu ada pemeliharaan lingkungan agar terjadinya recovery ekosistem. Apalagi di wilayah perusahaan pertambangan.
Pihaknya ke depan akan memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah dan perusahaan tambang yang bersifat ekstraktif serta berimplikasi pada perubahan tatanan lingkungan.
"Kami hadir untuk mendampingi Pemda dalam membangun lingkungan hidup bernuansa lingkungan," sebutnya.
Pada pembahasan dalam seminar lingkungan kata dia, lebih pada menjelaskan menyangkut bagaimana lahan tambang yang perlu rekayasa agar tanah yang mengalami degradasi bisa dikondisikkan sedemikian rupa untuk jadi media tumbuh tanaman baru.
"Karena kalau topsoil sama subsoil hilang ini yang repot. PT IBP perusahaan yang konsen juga pada lingkungan, mereka menyisihkan topsoil dan subsoil pada stockpile tersendiri jadi tidak ada kesulitan untuk penanaman kembali," terangnya.
Forum yang terdiri dari berbagai unsur ini berencana ke depan akan melaksanakan penanaman pada kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang mengalami degradasi untuk mengembalikan ke fungsinya.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT IBP Agus Wiramsya Oscar mengatakan ada dua hal yang mendasari pihaknya untuk melakukan seminar dan penanaman ini. Pertama, menjaga lingkungan dan melakukan penghijauan itu merupakan bagian dari tanggung jawab pihaknya.
Kedua, demi meningkatkan kesadaran akan isu lingkungan dan peran yang lain dalam perlindungan dan pelestariannya.
"Yang paling penting itu lingkungan yang sehat. Karena itu adalah tanggung jawab kita bersama, tak hanya lingkungan di lapangan tapi lingkungan yang kemudian di rehab itu tanggung jawab bersama," ucap Oscar.
Dari langkah kecil menanam tanaman cepat tumbuh ini tentu akan memiliki dampak yang besar terkhusus pada keberlangsungan lingkungan sehat.
Ia mengaku kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan sejatinya tak hanya dilakukan pada momen HLH saja. PT IBP tak bosan-bosannya menggalakkan berbagai langkah dan upaya mendorong kehidupan berkelanjutan.
Editor: Korankaltim.com