Menurut keterangan Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin, kantornya mulai dimasuki oleh genangan air pada pukul 14.40 WITA.
"Tadi genangan air mulai naik ke area parkir dan lantai 1 kantor DPK Kaltim, jadi para pengunjung terpaksa bertahan menunggu kondisi banjir surut," ujarnya.
Banjir menurutnya dikarenakan posisi bangunan yang rendah serta kondisi saluran drainase di kawasan tersebut dipenuhi sedimentasi, sehingga memperlambat aliran air.
Dia melihat dengan kondisi tersebut, pemindahan gedung DPK Kaltim menjadi solusi agar gedung yang menyimpan banyak buku dan arsip tersebut bebas dari banjir.
"Ketika terjadi banjir, hal yang pertama kita lakukan adalah mengamankan buku yang ada, dan tentu ini bukan peristiwa yang kita inginkan namun selalu hadir setiap tahunnya," katanya.
Syafranuddin mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mencari tempat sebagai solusi yang aman dan layak untuk masyarakat dan pekerja di lingkungan DPK Kaltim.
"Sembari terus berjuang untuk gedung operasional DPK Kaltim bisa melakukan pemindahan segera. Sehingga pengunjung bisa merasa aman tanpa khawatir banjir kembali datang saat beraktivitas," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin