Pemilik rumah yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT) dan anaknya mengalami luka bakar dala kejadian ini yaitu Lulik Sri Rejeki berusia 40 tahun, mengalami luka bakar sekitar 30 persen dan putrinya Zenobia berusia 6 tahun mengalami luka bakar 28 persen.
Organda Situmorang, warga perumahan tersebut kepada Korankaltim.com menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat mengatakan saat dirinya sedang duduk di teras rumah dan tiba-tiba mendengar suara dentuman keras.
"Kaget dengan ada dentuman keras sekali, terus saya langsung keluar cari sumber suaranya. Terus ketemu sama tetangga sebelah, jadi saat ngecek kami lihat dinding kaca sudah ambruk dan hancur, ternyata dari sini asalnya," kata Organda.
Bersama warga lainnya Organda tmendengar ada suara samar-samar dari dalam rumah, ternyata dari arah dapur dan pintunya tidak bisa dibuka, akibat ledakan tersebut.
"Saat saya coba buka pintu tidak bisa karena engselnya sudah lepas, makanya saya bilang sama pemilik ruman untuk mundur, karena mau di dobrak," katanya.
"Saat pintu terbuka, ternyata ada ibu dan anak, terus langsung kami bawa keluar, ibu dan anaknya itu mengalami luka bakar di wajah, tangan dan kaki. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit AWS," sambungnya.
Organda menduga ibu tersebut sedang memasak untuk anaknya yang baru saja pulang dari sekolah.
"Sepertinya mau masak, karena kan anaknya baru pulang sekolah, karena ada titik api (semburan) yang keluar dari selang regulator, yang masih terpasang di tabung. Jadi, itu kami matikan dulu pakai apar, ternyata tidak mampu sehingga menggunakan kain lap yang basah," paparnya.
Saat masuk ke dalam dapur, ia pun menyebutkan tak ada mencium aroma bau gas, tetapi kondisi dapur tertutup rapat. "Tetapi di dalam dapur itu pengap, tidak ada ventilasi," tutupnya.
Editor: Aspian Nur