Hal ini disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli usai rilis di Mapolresta Samarinda, Selasa (23/5/2023) hari ini. "Soal BBM yang ditemukan it kalau keterangan dari pihak perusahaan mereka membeli dari salah satu distributor, untuk kendaraan transportasi merekka," ujar Ary.
"Soal tempat penyimpanannya sendiri, nantinya kami akan meminta keterangan dari saksi ahli, dalam hal ini Pertamina," imbuhnya.
Yang jelas saat ini menurut Ary masih dalam proses penyelidikan dan mereka sudah meminta keterangan tiga saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), temasuk manajer. "Hasil olah TKP api itu berasal dari korsleting listrik di smsatu ruangan barang-barang," jelas Ary.
Perusahaan tersebut dipastikannya bergerak dibidang ekspedisi.
"Jadi, ini perusahaan transportir yang ada di Jawa, tetapi mengembangkan usaha kesini, dengan menyewa tempat," ucap Ary
Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (21/5/2023) lalu sekitar pukul 10.00 WITA, kantor ekspedisi di Jalan Ampera, RT.07, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran dilahap api, yang diduga akibat korsleting listrik dari ruang mekanik.
Dalam musibah itu terdapat temuan, tujuh tandon kotak warna putih dengan kapasitas 1000 liter, dimana dua diantaranya masih terisi penuh BBM jenis solar di dalam satu ruangan di lantai satu.
Selain itu, juga terdapat 150 jiriken kosong berkapasitas 35 liter warna biru, yang tertumpuk tepat di depan kantor ekspedisi tersebut.
Editor Aspian Nur