Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti mengatakan, sejatinya Dinas PUPR telah menjalin kontrak untuk proses perbaikan Citra Niaga.
"Kami hanya mengubah fasad (sisi luar bangunan), intinya niat pemerintah mau membangun suatu yang lebih baik dari sebelumnya, dengan tujuan agar daya jual meningkat di sana," ucap Desy, Senin (22/5/2023).
Desy mengaku, pada tahap ini tak sedikit masyarakat yang sulit menerima proyek ini. Tetapi, lanjut Desy pemerintah sejatinya berniat untuk memajukan dan mengembangkan kawasan Citra Niaga.
Hingga saat ini program revitalisasi menurut Desy sudah mulai berjalan, salah satunya sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat.
Untuk perbaikan fisik dan prasarana juga sudah mulai berjalan. Menurut Desy, dua proses ini berjalan bersamaan, agar proses revitalisasi dapat terselesaikan dengan cepat.
"Karena dikerjakan secara bersamaan, jika di jalankan satu perbaikan saja maka waktunya akan panjang," sebutnya.
Desy menerangkan, selama proses perbaikan berjalan para pedagang dipastikan masih bisa berjualan, karena menurutnya perbaikan di Citra Niaga tidak terlalu banyak perubahan.
"Rasanya tidak banyak perubahan, karena kita fokus pada perbaikan fasad, seperti ada Billboard yang posisinya tidak bagus atau tidak sama," jelasnya.
Desy Damayanti mengungkapkan, perbaikan kawasan Citra Niaga ingin dikembalikan seperti disaat meraih penghargaan Internasional Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada tahun 1989.
"Kalau kita lihat sekarang kita juga tidak bisa membedakan mana bangunan aslinya, maka dari itu kita ingin mengembalikan seperti yang lalu," ujarnya.
Editor: Rusdianto