Budi, adik ipar almarhum bercerita kalau sebelum ditemukan meninggal dunia dirinya sedang makan, kemudian didatangi mertuanya untuk diminta mengecek kakak iparnya yang berusia 40 tahun itu.
"Karena kata mertua saya dari pagi Yanto, sapaan akrab Jianto, tidak ada turun, coba dilihatin sakit atau kenapa," kata Budi menirukan kalimat sang mertua saat ditemui Korankaltim.com di lokasi siang tadi.
Budi langsung mendatangi rumah Yanto bersama dengan anaknya. "Saat naik ke lantai dua dan masuk kamarnya, dia dibangunin sama anak saya, kakinya digoyang-goyang tidak bangun. Terus saya senterin matanya, ternyata sudah tidak ada lagi (meninggal), “ papar Budi dengan nada sedih.
Setelah mengetahui iparnya meninggal dunia, Budi langsung memberitahu warga sekitar serta RT setempat. "Saya langsung beritahu RT dan warga sekitar, " sebutnya.
Selama ini almarhum diketahuinya tidak ada mengeluhkan sakit apapun, tetapi memang pernah terjatuh dari sepeda motor dan mengalami luka diwajah dekat mata serta lecet di kaki. "Terakhir ketemu kemarin (hari Sabtu) karena ada kumpul-kumpul keluarga disini, " tutup Budi.
Hingga berita ini diturunkan Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda tengah melakukan pemeriksaan awal pada jasad almarhum.
Editor: Aspian Nur