Berdasarkan informasi yang dihimpun, balita berusia dua tahun tersebut, terjatuh ke parit hingga terbawa arus, karena parit terisi penuh oleh air hujan.
Orangtua korban yang menyadari anaknya hilang itu pun berteriak dan mengatakan bahwa anak balitanya telah terjatuh ke dalam parit yang kondisinya sedang pasang (naik).
Mendengar teriakan sang ibu, warga yang mendengar langsung berbondong-bondong datang dan melakukan pencarian balita malang tersebut, dengan menyisir bagian parit. Hingga akhirnya, pencarian membuahkan hasil, korban ditemukan sejauh 150 meter dari parit depan rumah korban.
"Dapatnya di dekat lapangan, terus kami mencoba melakukan upaya pertolongan pertama, tetapi tidak sempat, anaknya meninggal dunia," tutur warga sekitar Arda (30) saat ditemui di lokasi.
"Tetapi, kami sempat membawa ke Puskesmas, berharap masih bisa tertolong, ternyata sudah tidak bisa," sambungnya.
Sementara itu, ayah Balita tersebut, Fatur Rahman (29) mengatakan, bahwa sebelum kejadian, anaknya masih terlihat bermain handphone. Yang mana saat itu, sang ayah tengah menggendong adik dari korban, tetapi sang adik yang buang air besar.
"Saya langsung panggil istri saya, dan anak saya yang satu ini masih main HP. Jadi saya lanjut nonton," ujarnya.
Tak berselang lama sang anak, tampak berlari keluar, Fatur mengira anaknya ini ikut bermain playstation bersama pengunjung di depan rumahnya.
"Istri saya datang, terus tanya anakmu mana? Saya cari gak ada. Anak-anak yang lagi main PS bilang main keluar," katanya.
Ternyata, berdasarkan keterangan anak-anak sekitar, bahwa korban terjatuh ke dalam parit. Kemudian, orang tua korban pun berteriak dan meminta bantuan warga untuk mencari anaknya itu.
"Sempat ditolong warga dan dibawa ke puskesmas, tetapi tidak tertolong," imbuhnya.
"Ini jenazahnya langsung kami makamkan malam ini," tutupnya.
Editor: Rusdianto