Pasalnya, tak jarang ditemukan anak melakukan pembelian token gim, dan perangkat lainnya dengan harga yang terbilang tidak murah.
"Sering ngadepin anak SD mau transfer uang dengan alasan mau beli akun game, sampai ratusan ribu lagi. Takutnya ngutil (mencuri) duit emak bapaknya kan kasihan," tulis Oktara, pemilik gerai pulsa AntaCell Sebulu di laman Facebook-nya, dikutip Korankaltim.com, Minggu (9/4/2023).
Saat dikonfirmasi, Oktara mengaku mendapati transaksi berulang dari anak-anak yang masih masuk kategori di bawah umur dengan total transaksi hingga ratusan ribu rupiah, sekitar 3 hingga 4 hari sekali.
Rata-rata, kata Oktara. Transaksi berkaitan dengan pembelian gim daring.
Ia mengaku orang tua selayaknya memahami dan mengawasi kegiatan anak yang seperti ini. Lantaran, berkaitan dengan kegiatan transaksi digital yang berpotensi menimbulkan kerugian.
"Sebagai penjual, kami melayani saja. Tapi tentu kan kita perlu lebih berhati-hati. Anak-anak ini khawatirnya terjerumus transaksi yang bisa merugikan. Apalagi nominalnya tidak bisa dibilang kecil," tukas Oktara.
Sebagai antisipasi, lanjut dia. Langkah paling mudah adalah dengan mengawasi aktivitas anak di gawai pintarnya.
Editor: Rusdianto