Sebagai informasi, terdapat dua proyek pada poros Kukar-Kubar ini yaitu segmen Loa Janan-Kota Bangun dengan nilai Rp178 Miliar dengan perbaikan 17 kilometer. Sedangkan segmen Kota Bangun-Muara Gusik sepanjang 21 kilometer yang akan dilakukan perbaikan dengan nilai Rp237 Miliar.
Kepala Satuan Kerja (KaSatker) PJN Wilayah 1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Rachmat Fadjar menyebut, khusus ruas Loa Janan-Kota Bangun saat ini sudah ada pemenang tender namun ketetapan dari Kementerian PUPR belum ke luar.
Sementara untuk ruas Kota Bangun-Muara Gusik telah ke luar ketetapan Menteri PUPR terhadap pemenang lelang, namun masih menunggu surat persertujuan Multi Years Contract (MYC) dari Menteri Keuangan (Menkeu).
"Kalau itu sudah ke luar baru kita lakukan kontrak," ungkap Fadjar, Kamis (6/4/2023).
Target paling lambat 5 Mei mendatang sudah dilakukan penandatanganan kontrak. Fadjar mengaku khawatir terhadap ruas Loa Janan-Kota Bangun sebab sampai saat ini masih belum ada penetapan dari Menteri PUPR.
"Seandainya sudah ada (penetapan) kami inginnya keduanya itu serentak berjalan," ucapnya.
Kendati demikian, BBPJN sejatinya tetap melakukan perbaikan jalan dalam rangka jalur menjelang lebaran.
"Jadi bisa dilihat di lapangan. Sembari menunggu penetapan kami tetap lakukan perbaikan jalan," ucap Fadjar.
Editor: Aspian Nur