Berdasarkan pantauan dan informasi yang didapat Korankaltim.com di lapangan, diduga minibus yang terbakar merupakan milik pengetap BBM jenis Pertalite.
Hal itu dimungkinkan karena terdapat sembilan jeriken dengan kapasitas 30 liter warna biru dan pada kursi bagian belakang terdapat sebuah modifikasi tangki.
Menurut keterangan penjaga malam atau wakar setempat bernama Siswanto, saat itu dirinya sedang berjaga-jaga, kemudian dari arah Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitar kawasan itu melintas mobil Toyota tanpa sopir dengan kondisi bagian belakang mobil terbakar.
"Mobil jalan terus, warga juga sudah teriak-teriak, karena bagian belakang mobil ada api. Kalau tidak menabrak mobil parkir tidak berhenti itu. Tiba-tiba api langsung membesar dan saya langsung ambil apar, tapi api tidak bisa padam malah tambah besar, saya Bingung juga di dalam mobil itu ada apanya," Siswanto saat ditemui di lokasi tadi malam.
Bersama warga Siswanto langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan relawan.
"Setelah itu, panggil pemadan dan gak lama ada bantuan datang bersama pemadam kebakaran, kaca pemadam kebakaran mobil," pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH menyampaikan laporan adanya mobil yang terbakar di Jalan Pulau Sulawesi dan langsung meluncur ke lokasi.
“Ternyata, mobil yang terbakar itu pengetap BBM, karena ada tangki modifikasi,” sebut Hendra.
Dalam kejadian itu, terdapat tiga korban mengalami luka bakar akibat sambaran api yakni dua relawan dan satu wartawan.
"Ada tiga korban luka bakar, satu wartawan dan dua relawan," katanya.
Petugas sempat mengalami kesulitan dalam melakukan pemadaman api.
“Karena api dari BBM itu sulit dipadamkan dengan air biasa, sehingga menggunakan air sabun. Api bisa dipadamkan lebih dari satu jam,” pungkas Hendra.
Editor: Aspian Nur