Wanita berusia 70 tahun itu ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidur Selasa (21/3/2023) di Jalan Kulintang, Gang Cipari, RT.38, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu.
Almarhumah diketahui baru datang dari Sulawesi karena kesehariannya memang berbisnis gula merah, mengambil dari Sulawesi dan dijual di Samarinda.
Kusno, tukang ojek yang kerap mengantarkan almarhumah mengatakan terakhir bertemu Senin (20/3/2023) malam sekitar pukul 19.00 WITA. Saat itu almarhumah memintanya untuk diantarkan ke dokter praktek.
"Bu haji minta diantarkan ke dokter, bilangnya sudah ga tahan tangannya sakit. Setelah berobat saya antar pulang, tidak ada keluhan apa-apa lagi," kata Kusno kepada Korankaltim.com.
"Dia bilang sakitnya karena kolesterol tinggi. Pas saya mau pulang dia minta air panas, jadi saya bilang sama pak RT, habis itu saya pulang," sambungnya.
Kusno yang memang sering mengantar almarhumah kemana mana. "Dia pasti telpon saya kalau mau kemana-mana, dan sudah biasa," sebut Kusno lagi.
Keseharian almarhumah disebut Kusno berjualan gula merah dan kerap bolak balik Sulawesi-Samarinda. "Dia jualan gula merah, ambil disana (Sulawesi) setelah itu dibawa ke Samarinda untuk dijual. Biasanya sama cucunya, tetapi pas hari Minggu lalu sendirian datang," sebutnya.
Sementara pelanggan gula merah almarhumah bernama Kadir mengaku selama ini Bu Haji tak pernah mengeluhkan sakit, meski usianya telah lanjut.
"Tidak ada sakit, tetapi dia baru pulang dari Sulawesi ambil stok gula merah dan saya memang sering ambil banyak untuk dijual di pasar," kata Kadir.
Kadir mengaku sempat berbincang dengan almarhumah pagi harinya, tetapi saat itu almarhumah di dalam kamar dengan pintu terkunci.
"Dia di dalam kamar, itu jam 9 pagi tadi, karena dari kemarin kan saya tidak bisa hubungin dia, jadi istri saya suruh datang ke rumahnya masih ada suaranya, makanya saya datang. Saya bilang haji sakit ya, ayo saya antar ke Sulawesi, dia bilang tidak usah," papar Kadir.
Setelah itu ia pun pergi dan kemudian sekitar pukul 10.00 WITA, ia kembali menghubungi almarhumah, tetapi tak mendapatkan respon.
"Makanya, saya datang langsung bilang sama RTnya, itu haji lagi sakit coba di cek. Pas naik ke atas dicek diintip dari jendela, sudah telanjang tidak bergerak, tetapi kami tidak berani dobrak, makanya langsung hubungi pak polisi," bebernya.
Almarhumah sudaj berjualan gula merah sejak tahun 2020 lalu mengambil dari Sulawesi. "Ambilnya di Sulawesi, makanya suka bolak balik saja naik kapal. Biasanya bawa sampai 4 ton gula, ya sesuai permintaan, karena kan banyak juga pelanggannya di pasar," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan jenazah telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Abdoel Wahan Sjahranie (AWS) oleh PMI dan Relawan serta Inafis Polresta Samarinda, guna dilakukan visum, sambil menunggu pihak keluarga almarhumah.
Editor: Aspian Nur