Kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya pengembangan ekonomi kreatif, di mana Mawar - sapaan akrabnya - menjadi salah satu pembina Perempuan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Indonesia di Samarinda
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini juga dibarengi dengan kegiatan Digitalisasi Perempuan Berdaya, yang bertujuan untuk memudahkan para pegiat ekonomi kreatif, khususnya para Perempuan Gekraf, untuk memasarkan produk-produknya melalui Google Ads.
Diharapkan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini juga menjadi tempat bagi para warga maupun para pelaku ekonomi kreatif untuk menyampaikan asipirasinya.
Gekraf menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan. Kegiatan yang dilakukan para Perempuan Gekraf ini juga menjadi salah satu langkah untuk mendukung perekonomian daerah.
Kontribusi ekonomi kreatif dan para pelaku UMKM untuk perekonomian Kalimantan Timur, semakin nyata. Terutama dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN).
“Karena itu sangat diharapkan para pelaku ekonomi kreatif dapat terus meningkatkan kreativitas dan kualitasnya untuk dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Mawar.
Mawar mengatakan, selain pentingnya peningkatan kualitas produk, peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang harus diprioritaskan. Pasalnya, pada saat ibu kota dipindahkan, akan ada jutaan orang yang bermigrasi ke Kalimantan Timur.
“Jangan sampai kita sebagai penduduk asli hanya menjadi penonton di daerah kita sendiri. Kita harus meningkatkan kualitas diri dan menggali potensi diri agar kita menjadi SDM yang mampu bersaing,” tutur Mawar.
Mawar juga mendorong Perempuan Gekraf untuk berani melakukan terobosan dalam memasarkan produk-produknya, dengan tetap menjaga keunggulan komparatif dan kompetitif.
Ia berharap melalui komunitas Perempuan Gekraf Indonesia ini, semakin banyak perempuan-perempuan – baik yang sudah memiliki pekerjaan maupun yang belum memiliki pekerjaan – bisa lebih termotivasi.
Sehingga mereka mampu mengembangkan ekonomi dengan menciptakan produk-produk yang bersumber dari potensi lokal dan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan. (*)