Upaya terus dilakukan dalam mencari bocah malang tersebut, mulai menelusuri saluran parit yang menuju ke sungai. Bahkan hingga menyisir ke Sungai Mahakam hingga radius 15 km, tetapi belum membuahkan hasil.
Saat ini relawan pun kembali melakukan penyisiran ke parit, kemungkinan bocah tersebut berada, yang memang belum terjangkau.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi mengatakan bahwa hingga Minggu (12/3/2023) pukul 17.30 WITA belum membuahkan hasil.
"Karena ini sudah hari ketujuh, pencarian dihentikan sesuai SOP Basarnas yang ada di dalam UU No.29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan operasi SAR ditutup setelah 7 hari," ungkapnya saat dikonfirmasi hari ini.
"Namun kami tetap monitor kalau ada perkembangan atau penemuan korban," sambungnya.
Ditanya terkait dengan kendala yang dihadapi dalam upaya pencarian tersebut, ia menduga korban tersebut tersangkut di dasar sungai.
"Dugaannya korban ini tersangkut, sehingga tidak timbul, apakah tersangkut kayu atau sampah ya kami tidak tahu," pungkasnya.
Editor: Rusdianto