Kejadian yang dialami pria 29 tahun itu di Dermaga Balik Buaya, Kecamatan Palaran. Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi kepada Korankaltim.com menjelaskan mereka menerima laporan kejadian tersebut dan langsung langsung menurunkan armada ke lokasi kejadian.
"Keterangan dari teman-temannya, Saldi seperti orang kesurupan, sambil teriak-teriak, sempat mau ditolong, tetapi selalu menjauh, setelah itu dia terjun, mau ditarik menjauh lagi, setelah itu hilang," jelas Riqi.
Saat kejadian kapal Cahaya Indah bersandar di jeti batu bara di Balik Buaya tersebut. Saldi masih dalam proses pencarian dengan cara menyisir menggunakan rubber boat serta perahu milik relawan ke arah hilir, dengan jarak pencarian 500 meter dari titik diduga tenggelam.
"Pencarian dilakukan dengan penyisiran, secara bergantian bersama tim SAR gabungan. Arus cukup deras jadi kendala dalam proses penyisiran," jelasnya.
Sampai pukul 17.30 WITA pencarian Saldo masih nihil, pencarian dilanjutkan Sabtu (25/2/2023) besok pagi. "Untuk sementara pencarian masih nihil, yang jelas di malam hari tetap akan kami lakukan pemantauan," pungkasnya.
Sementara Waka Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan mereka juga ikut ke lokasi kejadian "Kami sudah koordinasi dengan Unit Siaga SAR Samarinda, dibantu Polsek Kawasan
Pelabuhan, Polairud Mabes serta warga sekitar, dalam upaya pencarian," ujar Eko.
Saat ini Polairud Polresta Samarinda tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Informasi awalnya dialari ketakutan, kemudian menceburkan diri dari dermaga, ini yang masih kami selidiki apa penyebabnya," tutup Eko.
Editor: Aspian Nur