Gerakan Jalan Lurus (GJL) siap memberikan advokasi, konsultasi, pendampingan dan pemberian bantuan hukum secara sosial, demi tercapainua kesejahteraan masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GJL Riyanta menerangkan hadirnya GJL ini sejatinya untuk mengentaskan persoalan yang berkaitan dengan konflik, sengketa maupun kejahatan pertanahan.
"GJL berpihak pada masyarakat yang menjadi korban kejahatan pertanahan, karena seperti kita tahu bersama, kerja mafia itu menghalalkan segala cara," kata Riyanta usai melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GJL Kaltim di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (18/2/2023).
Ia menyampaikan kejahatan pertanahan merupakan kejadian yang sering terjadi, para mafia tanah gunakan data bodong untuk memalsukan dokumen alas hak yang dijadikan dasar untuk pendaftaran tanah. Bahkan, pernah ditemukan bahwa mereka bekerja menggunakan kasus hukum yang sejatinya tidak ada.
"Misalnya masyarakat adat punya sebidang tanah dari warisan belum bersertifikat, jemudian tiba-tiba mereka muncul dan klaim bahwa tanah tersebut bersertifikat. Kemunculan itu jelas dengan dokumen yang dipalsukan. Pola ini marak terjadi di Jawa, Kalimantan, Sumatera, hingga Irian," terang Anggota Komisi II DPR RI asal Fransi PDI Perjuangan ini.
Sehingga, demi mengantisipasi terjadinya kejahatan yang dilakukan oleh mafia tanah, dirinya mengimbau agar masyarakat dapat benar-benar menguasai bidang tanah yang menjadi haknya. Pada prinsipnya, jika tanah dikuasai secara fisik maka itu merupakan satu upaya pencegahan.
"Kalau masyarakat sampai terlena, tanah tidak dikuasai (rawat), tidak dikasih patok, kerja mafia lebih mudah," pesannya.
Ketua DPD GJL Kaltim, Mua Ifa Yuliana menyampaikan sebagai pimpinan di daerah dirinya siap mendampingi masyarakat yang membutuhkan pendampingan ketika berurusan dengan mafia tanah. "Kita akan mendampingi semua permasalahan yang ada di kabupaten kota di Kaltim," tegasnya.
Ifa mengaku hadirnya GJL bukan untuk mencari kesalahan pihak-pihak lain, tetapi demi mendorong tumbuhnya kesejahteraan bersama. "Karena GJL menjadi mitra straategis dan kritis dengan semuanya dalam membangun NKRI," sebutnya.
Editor: Rusdianto