Sukarmin, pria naas tersebut diketahui datang dan masuk area konsesi PT BBE tanpa izin alias diam-diam dengan tujuan memancing ikan menggunakan perahu sekitar pukul 01.20 WITA dini hari.
Dengan menggunakan perahu mereka mengayung perahu ke tengah danau bekas tambang batu bara tersebut tanpa mengetahui kondisi perahu yang dinaiki.
Sekitar 15 meter dari tepi danau, tiba-tiba kapal karam dan keduanya langsung melompat, tetapi nahas, Sukarmin langsung menghilang, tenggelam dikegelapan malam, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Efendi saat dikonfirmasi Selasa (7/2/2023) sore tadi menjelaskan terkait penemuan jasad Sukarmin.
"Saat itu kami membuat putaran arus ombak dengan menggunakan rubber boat, sekitar pukul 14.20 WITA, tidak jauh dari perahu kami jarak sekitar 5 meter, jasad almarhum timbul, langsung kami evakuasi ke darat dan dibawa ke RSUD AWS (Abdoel Wahab Sjahranie), menggunakan ambulans relawan, setelah itu dilakukan visum," ungkap Riqi.
"Setelah itu jenazah dibawa ke Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang untuk dimakamkan, karena keluarganya ternyata ada di Pulau Jawa, almarhum tinggal di Samarinda dengan istri sirinya," sebut Riqi lagi.
Sebelum ditemukan, upaya pencarian sudah dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan hasil deteksi terlihat ada tanda-tanda di sekitar titik awal Sukarmin tenggelam.
"Kemudian, dilakukan penyelaman oleh empat penyelam, dari Basarnas dan BPBD, itu radius 40 meter dari tepi, dengan kedalaman 10-15 meter, kurang lebih selama satu jam tetapi masih nihil, kemudian kami melakukan pembuatan ombak dan arus, dengan perahu karet," bebernya.
Editor: Aspian Nur