Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, rekonstruksi Pasar Pagi dilakukan karena sebagian besar bangunan yang ada di pasar tersebut dinilai sudah tidak layak.
"Jika dilihat bangunan tersebutkan usia teknisnya pasti sudah tahu. Terus juga kumuh dan bisa membahayakan bagi para pedagang dan pengunjung, dan tentunya sudah sangat tidak mendukung aspek tata kota kita ini," ujar Andi Harun, Jumat (3/2/2023).
Andi menuturkan, awalnya Pemkot Samarinda hanya ingin melakukan revitalisasi bangunannya saja, tetapi setelah dipertimbangkan dari aspek teknis bangunan tersebut juga sudah tidak layak, sehingga diputuskanlah untuk membangun ulang kembali Pasar Pagi.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas menyebutkan, sesuai dengan arahan Wali Kota Samarinda, pihaknya berencana akan melakukan pembongkaran Pasar Pagi pada tahun 2024 mendatang.
"Untuk di tahun ini kita masih fokus bagaimana caranya memindahkan sementara pedagang yang ada di Pasar Pagi itu, jika tidak kita lakukan pemindahan atau hanya sebagian-sebagian saja tentu akan memperlambat pekerjaan," kata Marnabas.
Marnabas menargetkan pembangunan Pasar Pagi dapat selesai dalam kurun waktu 11 bulan di tahun 2024, dengan anggaran sebesar Rp. 280 miliar, tentu pengerjaan akan bisa lebih dimaksimalkan.
Saat disinggung soal Pasar Baqa, Marnabas menegaskan pembangunan Pasar Pagi akan dilakukan ketika dana anggarannya telah tersedia.
"Intinya harus ada dana dulu baru pengerjaan kita mulai, jangan belum ada dana sudah kita mulai," tegasnya.
Dia mengungkapkan, kedepan pembangunan Pasar Pagi akan memiliki 4 tingkat, serta menggabung dua konsep yaitu pasar tradisional dan pasar modern dalam satu kawasan.
"Salah satu fasilitas yang akan kita bangun adalah parkir di bagian bawah tanah seluas satu hektar, dan di lantai satu akan ada pedagang yang berjualan bahan kering basah, di lantai dua di bagian pedagang tekstil, dan untuk lantai atas kita rencanakan membangun rooftop," pungkasnya.
Marnabas berharap, pembangunan Pasar Pagi kedepan dapat terlaksana dengan cepat, sehingga para pedagang serta pengunjung dapat merasa nyaman ketika berbelanja.
Editor: Rusdianto